Menunduk lesu. Link Bokep Felly lagi. Lima menit aku terbengong-bengong sendiri. Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. Ia selalu sengaja memakai baju-baju kerja yang menonjolkan keindahan tubuhnya. segala macam perasaan bercampur aduk di kepalaku. Dulu waktu kami masih pacaran hampir selusin kali kami bubar dan balik lagi. Paling tidak aku kehilangan keperjakaanku gara-gara tempat ini beberapa tahun lalu. Aku merasa benar-benar mencintainya. Bisa berkepanjangan kalau aku bicara dengannya. Baru 2 km dari rumahnya, aku memukul-mukulkan tanganku ke stir mobil ini. Baru 2 km dari rumahnya, aku memukul-mukulkan tanganku ke stir mobil ini. “Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Tanpa perhitungan.”
Senyumku berubah kecut. Katanya mau telepon.” Langsung nyerocos tanpa titik koma.




















