Lalu saya cium lagi bibirnya.“Kamu pernah melakukan dengan cowok?” bisik saya sambil memainkan lidah di telinganya.“Belum.”Tangan saya bergerak ke bawah, ke celah CD-nya, mengelus-elus semak-semak lembut, dan menggelitik sebuah celah yang telah basah. Penis saya sudah tegang sejak tadi. Bokeb Sri mengerang-erang. Sebentar kemudian datang lagi dengan membawa bantal dan selimut. Soalnya istri saya paham betul tabiat saya kalau tidur malam. Pembantu saya ini setingkat lebih cantik dibanding istri saya sendiri. Hitam, dekil, dan udik. Setiap kali dia menghubungi saya, ya saya hanya di kantor atau di rumah. Saya gesek-gesek pelan tangan saya di bagian perutnya. Apakah istri saya tahu yang terjadi antara saya dan Sri? Mungkin juga malas mengasuh anak kecil.Entahlah.




















