Ooooh………!” Reza menjerit penuh birahi, saat Aku menghujam kewanitaannya sampai mentok sampai dalam.Aku terus memompa dan memompa, menindih tubuh Reza. Bokeb terbersit keinginan untuk menghilangkan ke-kaku-anku dalam berjoget. Pandanganku tersita pada satu sosok biduan manis, masih belia pikirku. Untuk jadwal kampanye di serahkan kepada Aku dan Ibuku untuk mendesign acara sesuai keinginan kami. Nyawer!! Ingin rasanya berkenalan tapi tak mungkin dalam kondisi seperti ini untuk berjabat tangan dan mulai perkenalan.Kupandangi lekat wajahnya, dia menoleh kearahku lalu melemparkan senyum manisnya, Aku membalasnya dengan tersenyum, lalu mengangkat tanganku, menempelkan ke arah telinga seperti orang menelfon, dia mengerti maksudku, dia membalas dengan bahasa bibir. Aku menyuruh orang untuk menghubungi manager OM Pantura, dan akhirnya setelah sepakat dengan harga, tanggal, dan tempat kita berjanji akan bertemu dan menandatangani kontrak.Setelah semua kesepakatan terjadi, aku meminta kepada tim sukses Ayahku yang bertugas mengkampanyekan Ayahku di media massa, jejaring soial, untuk mengirim sms lewat




















