“Hhhmm.. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku. Bokep Hot “Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Erik melihatku dengan penuh nafsu. “Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. “Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Kenapa katamu?! “Hhhmm.. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya




















