Waktu itu kami banyak mengobrol dan menurut Diah dia anak orang kaya yg tinggal di daerah Pondok Indah, dan dia ke karaoke cuma untuk bersenang-senang, bukan untuk duit.Dia itu freelance, dan kami percaya dengan dia, soalnya si Peter tak pernah memperhatikan dia sebelumnya (si Peter hampir setiap hari nongkrong di karaoke tersebut).Aku sendiri sibuk berpikir, maunya apa sich ini anak? Bokep Family Mau bersuara pada tak berani soalnya roomboy-nya masih di depan pintu. Aku sendiri telah bercanda kemana-mana dengan si Dian, kadang tersenggol buah dadanya yg montok, kadang aku meletakkan tangan aku di pahanya yg mulus.Habis hampir dua jam bernyanyi, aku memperhatikan Diah berjalan keluar. Iseng-iseng aku mencoba memeluk dia. Di ruangan pertama terdapat cafetaria atau semacam restoran. Biasanya aku memberikan ramalan yg jitu dulu baru bertanya hal tersebut, jadinya mereka telah percaya dengan aku.




















