Aku mengerang tertahan menahan sakit yang bercampur nikmat ini. Setelah mendapat ijin dari pak Gatot, aku dan Jenny segera keluar dari kelas, menuju ke toilet, toilet putri tentunya. Bokep Tante Sedangkan tenggorokanku juga basah oleh air liurku sendiri dan cairan pelumas penis Dedi.Aku merasakan Pandu menjejalkan penisnya dalam dalam di tiap hunjaman yang dilakukannya, kelihatannya ia sedang mencari kenikmatannya sendiri untuk segera berejakulasi. Aku memang penghuni kelas 2H. Aku tahu aku sudah kembali berada dalam kekuasaannya.Aku hanya diam ketika pak Edy yang sudah duduk di hadapanku memandangiku. Setelah beberapa remasan keras pada kedua payudaraku hingga aku menggeliat, dua siswa bejat itu melepaskanku. Aku terpaksa pura pura mengangguk, sambil tetap menggigit bibir.Belum lagi aku merasakan apa apa, tiba tiba penis pak Edy sudah berkedut, dan menyemburkan spermanya dalam liang vaginaku.Setelah pak Edy puas dan menarik penisnya dari liang vaginaku, aku memejamkan mataku, sekalian mengistirahatkan tubuhku.




















