“ih kamu jorok deh, masak ada tamu kok pake gituan aja, kan ada piyama di dalam” hardik Lita pada suaminya. Bokeb “permisi mbak aku ke toilet dulu” kataku selanjutnya.Tanpa setahu mbak Lita, aku langsung menyelesaikan bill hotel kamarku dan bergegas menghampiri concierge untuk minta tasku dan kutaruh di mobil. Diantara keremangan lampu Pub, tubuh kami menempel erat, agak ragu kusandarkan kepalaku di dadanya, entah istrinya melihat atau tidak. atau malah belum tidur ngelanjutin sama ibu ?” godaku dengan nada canda
“mana bisa lagi, kamu habisin semuanya, udah nggak ada tenaga lagi, habis bis bis bissssss”Akhirnya dia memberi tahu skenarionya dan acaranya selama di Surabaya.Dia berusaha menjelaskan tentang masa lalunya dan akupun berusaha mengingatnya supaya tidak canggung saat berhadapan dengan si istri, tak lupa dia berpesan supaya aku mengaku seorang bisnis woman,terserah apa saja asal bukan wanita panggilan seperti ini.“oke, ntar makan siang aku kenalkan istriku, jangan bilang kalo




















