Kiki tak membutuhkan waktu lama mengoral. Bokep Montok Ahmad diam saja menunggu Kiki yang memulainya.Kiki menghadap ke arah Johan, lengannya bergerak melingkari leher adik iparnya ini. “Ini pasti akan terdengar betepa jalangnya aku, tapi aku berani sumpah kalau aku bukan tipe wanita seperti itu. Kepala Ahmad terhentak ke belakang dan menggeram.Kiki tak sanggup mempercayai apa yang disaksikannya. Ahmad sudah menarik simpati Kiki. Mereka berada dalam sebuah kamar tidur. “Yess! Ini dikarenakan banyaknya bukaan dari pengaruh gaya tradisionalnya. Dia harus berhenti, dunianya terasa berputar.Akhirnya Kiki menghentikan ciumannya, nafasnya tersengal, dan wajahnya merona merah. Ekspresinya seperti layaknya seorang anak kecil yang menatap mainan di balik kaca toko. “Tapi aku senang kamu bisa menikmatinya. Kamar ini, yang dikelilingi sebagian besar oleh jendela dibanjiri oleh rasa hangat dari sinar mentari pagi yang baru terbit.Saat dia berbalik dalam pelukannya, mata Johan yang masih ngantuk mulai terbuka dengan malas dan kemudian tersenyum padanya.




















