No info
Setuju?” seru salah seorang dari mereka.Aku terkesiap mendengar tantangannya, kulirik Lenny yang saat itu sudah berada di depan pintu keluar, dia tampak menggelengkan kepalanya, sambil memberi tanda kepadaku, agar aku cepat-cepat meninggalkan club tersebut.“Brengsek! Bokep jepang Warnanya pun yang tadinya putih kini memerah. Oh ini kan kamar tamu, pasti tadi Mas Agus menggotongku ke kamarnya karena aku ketiduran. Dan Lenny tampak mengerang kesakitan sambil menggeliatkan tubuhnya.“Arghh.. Segera aku kembali memejamkan mataku, berpura-pura tidur. “Oke.. “Tapi Nin?” ujar Lenny dengan wajah ketakutan. Saat pintu kamar kubuka, ternyata Mas Agus sudah ada di dalam kamar.“Udah mandinya?” tanyanya. Paman menatapku dengan pandangan aneh, lurus dan tajam ke arahku, tepatnya tubuhku.“Mas Agus! “Tapi Pak..!” jawabku dengan nada bingung, sebenarnya aku mulai tertarik untuk memenuhi tantangan mereka, dengan harapan aku bisa memenangkan seluruh game, lagipula aku benar benar membutuhkan uang tersebut.





















