Dika kemudian menyetel lagu-lagu lembut di kamarnya, dan mengajakku berbincang-bincang hal-hal yang ringan. Tak puas karena celana dalamku agak mengganggu, dengan cepatnya sekali gerakan dia melepaskan celana dalamku. Bokep India Mas Ajik mengangguk-angguk mendengarkan ucapakanku. Dia sering pulang malam dengan alasan mencari-cari pekerjaan. Aku hanya terdiam tak mampu mengomentari perkataannya itu. “Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran. Aku kini benar-benar bugil tanpa tersisa pakaian di tubuh ku.Dika tertegun sejenak memandangi pesona tubuh ku, yang masih bergeliat-geliat melawan rangsangan yang mungkin diakibatkan obat perangsang yang disuguhkan di dalam minumanku. “Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran. Dia sering pulang malam dengan alasan mencari-cari pekerjaan. “Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. “Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran.




















