Seluruh tembok dicat warna putih. Aku sampai rela dibunuh dan dijadikan santapan mereka! Bokepjepang Dengan kaki dan tangan terikat, wanita itu kemudian dibaringkan di atas meja. Hatiku jadi sedih memikirkan berapa lama aku akan berada di sini. Astagaaa!! Ya… aku takut, tapi aku juga penasaran. Benar ternyata kalau dia adalah mantan tentara.Selagi kami bercerita dia terus memandangi tubuhku. Air mataku mengalir. Tentu saja aku takut dibunuh, aku takut mati. Setelah itu aku merasa pusing dan tak ingat apa-apa lagi, dan ketika bangun aku sudah berada di sini. Aku tanpa bertanya mengikuti saja.Aku melihat pak Jun memanaskan sebuah besi di atas kompor. Suara kesakitan wanita itu terdengar mengerikan.




















