Aku mulai melepaskan pakaianku dari sweater, kemeja, kaos dan celana panjang. Si Kumis berjalan perlahan menghampiriku lalu bergerak ke arah Sherly. Bokeb Rupanya celana dalamnya sudah ditarik ke bawah sampai ke lututnya, sama seperti yang dilakukan si Brewok terhadap celana dalamku.Setelah itu si Tegap meraih kaitan di belakang BH Sherly dan melepaskannya dengan cepat. Aku hanya mengelus-elus rambutnya dan menenangkan hatinya dengan mengatakan bahwa semua itu sudah berakhir.Sesampai kami di hotel (di Orlando), Sherly akhirnya menceritakan apa yang diperbuat si Kumis terhadap dirinya. Pandanganku tertumpu pada pistol yang menggantung di pinggang tersebut.Perasaan takut sudah menguasai diriku. Istriku memang agak penakut dan kurang berani mengungkapkan pendapatnya pada orang lain. Matanya menatap tajam Sherly. Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang memenuhi pikiranku (mungkin tak beda jauh dengan benak Sherly).Baru saja aku ingin membuka mulut untuk menanyakan permasalahannya, si Kumis mengatakan sesuatu yang tak jelas.




















