“Sejak kamu kesini pacaran dengan Ani dulu, saya sudah berpikir:
“Ganteng banget ini anak!””, katanya setengah berbisik. Bu Ida bergelincangan, tangannya makin erat
memegang tititku. Bokep Arab Bau wewanginan semerbak di sekitar, aku
duduk, menambah suasana romantis
“Kalau ketahuan Darti (pembantunya), gimana Bu?”,
kataku gemetar. Ku singkap gaun tidurnya kemudian kulepas, dia
memakai beha warna putih dan cedenya juga putih. Saya pijit, nih”, katanya. Gerakanku mengikuti naluri lelakiku, mulai naik-turun,
naik-turun, kadang cepat kadang lambat, sambil
memandang ekspresi wajah bu Ida yang merem-melek,
mulutnya sedikit terbuka, sambil keluar suara tak
disengaja desah-mendesah. Wanita
pengusaha ini makin mendekatkan tubuhnya ke arahku. Kemudian dia beranjak menuju lemari dan mengambil
pakaian sambil menyodorkan kepada saya. Data-data pribadi bu Ida saya tahu betul
karena sering mengerjakan biodata berkaitan dengan
proyek-proyeknya. Bu Ida yang masih di bawahku
tersenyum. Lama-lama pipiku sengaja saya
pepetkan dengan tangannya yang mulus, dia diam saja.




















