Perlahan mulai kujilati daging yang berada di belahan vagiannya itu, ku mainkan suasana dengan sesekali mempercepat jilatanku di liang kemaluannya. Ida menyambutku dengan senyum penuh rasa sayang, ku rebahkan tubuhku disampingnya. Bokep Family Capek?” tanyaku bercanda. “da..sorry tadi gue keluarin di dalem..”ujarku
“nggak apa-apa kali,..kalo nanti gue bunting,,bapaknya ni anak kan elo” jawab ida. Kali ini Ida hanya terpana melihat adegan di film itu. “gue yang pertama, mau nggak?” tanya Ida
Perasaan ku seperti melayang-layang diudara. “iya tapi pelan-pelan yah” jawab ida
“iya” balasku
Kumasukkan penisku perlahan kedalam vagina Ida. Hari itu terasa sangat singkat, tugas-tugas di kantor terasa lebih ringan mungkin karena suasana hatiku yang sedang senang. Setengah jam sudah dan kopi di cangkirku hampir habis,
“gue ke kantor dulu, pulangnya mungkin agak kemaleman” ujar Ida sambil mengenakan sepatu di ruang tengah.Kata-katanya tidak dapat ku hiraukan, seakan terbawa dalam lamunan banyak hal yang menghantui pikiranku, suara pintu depan kemudian menyadarkanku bahwa wanita




















