“Oh, begitu ya. “Tolong berdiri agar saya bisa melihat kamu”
Ternyata ia juga menyadari kalau saya ada di ruangan yang sama dengannya. Bokep Ojol he-he..”
Belum terlalu tua katanya, aku pikir dia sudah mapan untuk berkeluarga. Nanti dia malah mencomooh dan menghinaku. Untuk mengurangi kejenuhan, maka saya rajin mengikuti olahraga tennis di kompleks rumahku_yang dekat-dekat aja boleh kan_pikirku, di sini juga lumayan asik mencuci mata, banyak Bapak-Bapak dan kaka-kakak keren dan cakep yang juga ikut bermain. “Tolong berdiri agar saya bisa melihat kamu”
Ternyata ia juga menyadari kalau saya ada di ruangan yang sama dengannya. oohh! pikirku sangat menggelikan ide ini, mana ada yang mau ditemanin ngomong kalo begini. Saat itu dia sudah mulai mencari ke sekelilingnya kalau-kalau ada yang sengaja berdiri dan menatapnya.Jreng! Pria itu terlihat sangat tampan diterpa cahaya lampu di atasnya.




















