Begini saja daripada repot-repot. Bokeb Badannya berbalik lalu melangkah. Toh, si setengah baya itu pasti sudah lebih dulu tiba di salonnya. Ah bodoh. Come on lets go! Aroma asli seorang perempuan. Untung ada tissue yg tercecer, sehingga ada alasan buat Iin.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yg menunggu telepon. Ia menyenggol kepala penisku. Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. Hanya suara kebetan majalah yg kubuka cepat yg terdengar selebihnya musik lembut yg mengalun dari speaker yg ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Jangan dimasukkan dulu Sayang, aq belum siap. Apa katanya nanti? Keringatnya meleleh seperti yg kulihat sekarang. Tdk terlalu ayu. Ia menyentuhnya. Aq kira aq sudah terlambat untuk bisa satu angkot dengannya.




















