Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. Bokepjepang Begitu sampai di lantai tersebut, aku pun langsung melihatnya sedang membuka pintu ruanganya. Lalu mulai kuusap-usap tangannya, lalu ia menoleh padaku, kutatap matanya dalam-dalam, sambil berkata dengan pelan, “Ayu, gua cinta elu.”
Ia tidak menjawab, tapi memejamkan matanya. Jangan-jangan ini cewek simpanan, pikirku. aahh..!” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlakuanku itu. Tidak hanya di apartmentnya, kadang aku datang ke tempat kerjanya dan melakukannya bersama di WC, tentu saja setelah semua orang sudah pulang. “Eh, ada apa Yu?”
“Enggak, gua pengen kasih kartu nama gua, besok jangan lupa telpon gua, ada yang mau gua omongin, oke?”
“Kenapa enggak sekarang aja?”
“Jangan, ada paman elu, pokoknya besok jangan lupa.”
Setelah acara makan malam itu, aku pun pulang ke rumah dengan seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama Ayu sih.




















