Sesuai janji ku kepada Dilla setiaphari Jumat sore aku berangkat dari Jakarta ke kotanya untuk menghabiskan waktuku dengannya, kugunakan waktu-waktu itu untuk sesekali menikmati keindahan tubuh Ayu yang makin lama semakin menjadi-jadi hingga akhirnya terjadilah sesuatu yang menurut aku sangat gila. Bokep Mom Lagian juga hujan kok” Dilla menjawab “gak usah kemana-mana, tadi aku beli DVD temenin aku nonton aja sampe aku tidur” “siap bos ku sayang” kujawab sembari tersenyum lebar dan membuat Dilla tertawa. Kembali lagi aku mendapat kesialan, hape ku bergetar, kulihat Dilla menelepon ku dan memintaku untuk menjemputnya, dengan agak menjauh kuangkat hape ku, “ok aku jalan sekarang” kujawab sembari kututup telepon. Kegigihanku membuahkan hasil, celana dalam Ayu telah turun sampai batas dengkul, dengan perasaan agak khawatir kudekatkan wajahku ke memeknya, kucium dan kubuka memeknya sampai itilnyapun terlihat, “memek perawan memang wangi” kuberkata dalam hati sembari kuteruskan tingkahku, kujulurkan lidahku untuk menjilat klitorisnya, “ough” suara




















