Sampai dirumah, kami beristirahat, mandi (sendiri-sendiri, loh..) dan kemudian makan malam bersama keponakanku. Ya…di Jakarta ini, walaupun aku merantau, ternyata aku punya banyak saudara dan karena kesibukan (alasan klise) aku tidak sempat berkomunikasi dengan mereka. Bokep Colmek kumuntahkan maniku di dalam memek Mbak Aufa. Posisi tidur Mbak Aufa yg agak telungkup ke kiri dengan kaki kana terangkat keatas benar-benar membuat jantungku berdebar. Maklumlah, modalnya ada. Dan nafas Mbak Aufa tiba-tiba tertahan diiringi pekikan kecil.. Akhirnya bobol juga pertahananku..“Mbak.. MBAAKK… OOGGHH… AKU MUNCRAT MBAAKK…” aku berteriak.“Hmm.. Alamaakk.. Mas Aris juga perkasa, soalnya Mbak berkali-kali keluar kalau lagi join sama masmu itu” sahutnya.“Terus, kok keliatan puas banget? oh… betapa nikmatnya. Jantungku tambah keras berdegup.“Wah.. siksaanku bertambah..! siksaanku bertambah..! Akhirnya kuputuskan untuk menelepon Mas Aris, sepupuku.Kami pun bercanda ria, karena lama sekali kami tidak kontak. Gimana dengan keluarga kita kalau sampai tahu.”“Waahh..




















