bukan free, bandrek Non… Bandrek.” Pak Fahri terlihat sekali kurang begitu dalam bahasa inggrisnya. Bokeb Pelanggan yang memang sudah tahu jam buka dan tutupnya warung bakso pak Fahri, satu persatu meninggalkan tempat itu sehabis mengisi perut mereka. Kedua kaki indah Jill melingkar erat di pinggang Pak Fahri. Pelanggan yang datang lebih ramai bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.“Baksonya tambah enak aja pak Fahri, resep baru ya?” celetuk seorang bapak pekerja kantoran yang merupakan pelanggan tetap yang tengah sibuk menikmati satu porsi bakso yang terhidang di hadapannya.“Biasa aja kok Pak, masih resep warisan, dagingnya aja yang lagi bagus.”“Pake daging apa emang pak? Tubuh gadis malang itu kini hanya berupa bagian-bagian yang terpisah-pisah. Didorong rasa simpati dan kasihan, Jill ingin sekali membuat pria yang sangat baik dan sopan seperti Pak Fahri senang.




















