Di mana alamatnya?” ujarnya tanpa menunggu jawaban ya atau tidak. Bokep Family Dia akan pulang malam ini?” aku benar-benar merasa terhina. “Kelvin! “Ummm…” dia menatapku dengan tampang bersalah. Aku heran, untuk porsi makannya yang jumbo, layaknya tubuhnya menyerupai balon, tapi dia tergolong kurus. Tetapi baru saja aku menyetujui ajakan lunch-nya. Bisa lamaan.”
“So? Ini pertanda kira-kira nafsu seks-nya juga besar dalam kamusku.Sepanjang makan siang, tidak sekalipun dia menyinggung soal pacarnya. Well, mungkin duit segitu tidak berarti apa-apa buatnya, tapi kan bisa jadi beban untukku.Selesai dinner, Kelvin benar-benar membawaku pergi ke rumahnya. Aku sudah melirik satu gaun malam warna hitam yang aku suka, tapi belum kubeli sampai sekarang karena lumayan mahal. Aku serius!” Akhirnya aku benar-benar menghentikan gerakannya, karena detik berikutnya aku tampar kepalanya. Bersamaan dengan itu, Kelvin mendaratkan bibirnya di bibirku dan mulai menciumiku dengan panas.Bibirnya turun ke daguku, lalu naik ke kupingku, di sana dia membisikkan, “O… Khrissstie..




















