Tangisanku yg sesenggukan tidak menghentikan gerakan Iyan yg sudah membentangkan pahaku dan siap menusukan batang k0ntolnya. Naikturun dan kanankiri. Bokeb ujarnya kesal, sambil berjalan menjauh dari tubuhku, aku sempat menarik nafas lega.Tapi tibatiba Iyan menyergap dan memegang kedua bahuku dan lalu mencium bibirku. jeritku sambil terus meronta, ku lejanglejangkan ke dua kakiku, berusaha menyingkirkan tubuhnya dari selangkanganku. Kututup pahaku hingga menjepit kepalanya. Yo, lagi pusing nih..!! Kadang diputar.Ooh.. Banyak dari mereka yg berusaha mendekatiku tapi aku masih takut dan enggan untuk menanggapinya, aku lebih senang sendirian, aku merasa bebas dan tidak terikat.Singkat cerita aku diundang untuk menghadiri reuni SMA tempatku sekolah dulu, maklumlah sejak lulus SMA sampai saat kuliah dan bekerja, kami memang sudah sangat jarang bertemu.Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam saat aku tiba di pelataran parkir sebuah kafe di bilangan Jakarta selatan, tempat reuni SMA ku di adakan, saat itu aku mengenakan pakaian kerja, rok




















