Sesekali kudengar
“Slurrp.., slurrp..”, sepertinya Mas Zani
suka sekali menyedot kemaluan
Yeyen. Bokeb Mas Zani asyik
ngobrol dengan Yeyen, sedangkan
Lenny yang kelihatannya dicuekin
mulai kuajak ngobrol. Tapi aku tidak.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Selain suka rokok, katanya dia
juga suka minuman keras. Jam menunjukkan sekitar pukul
16.30, kami bersiap pergi. Tubuhku rasanya
nikmat sekali beberapa saat, lalu
terasa lemas dan sepertinya aku
merasa bersalah telah
melakukannya. Ternyata
dia baru kenal Yeyen dua minggu,
dan pertemuan pertamanya di kolam
renang. Sedangkan aku semakin
tidak tahan saja, kepingin juga
dadaku diciumin oleh cewek, uhh..,
tapi aku masih menahan diri dan
terus menempel pada pintu. Ahh..,
aku benar-benar merasa serba salah
waktu itu, dan mereka tidak
mengacuhkanku sama sekali. “Mau sich.., tapi aku tidak bawa
celana renang tuch..”, jawabku agak
kecewa. Sementara
tangannya meraba-raba payudara
Yeyen yang aduhai, “Hmhmhhm..,
Hmhmhmh..” Mereka berdua terus
mendesah keenakan. “Sial!” gerutu Mas Zani. Sesekali kudengar
“Slurrp.., slurrp..”, sepertinya Mas Zani
suka sekali menyedot kemaluan
Yeyen. So, dengan
mobil Panther itu Mas Zani dan Yeyen
duduk berdua di depan sedangkan
aku yang duduk di bagian tengah
dicuekin oleh mereka.




















