Ternyata adalah Ayu.“Eh, ada apa Yu?”“Enggak, aq pengen kasih kartu nama aku , besok jangan lupa telpon aku , ada yang mau aku omongin, oke?”“Kenapa enggak sekarang aja?”“Jangan, ada paman kamu, pokoknya besok jangan lupa.”Setelah acara makan malam itu, aku pun pulang ke rumah dengan seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama Ayu sih. Bokep Rusia Jangan-jangan ini cewek simpanan, pikirku.Sambil aku berkeliling, Ayu berkata, “Mau minum apa Ton?”“Apa saja lah, asal bukan racun.” kataku bercanda.“Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Ayu sambil tertawa.Sementara ia sedang membuat minuman, mataku secara tidak sengaja tertuju pada rak VCD-nya, ketika kulihat satu persatu, ternyata lebih banyak film yang berbau porno. Begitu sampai di lantai tersebut, aku pun langsung melihatnya sedang membuka pintu ruanganya.Langsung saja kutepuk pundaknya, “Hai, baru sampe yah, Yu..”Ayu tersentak kaget, “Wah aq kira siapa, pake tepuk segala.”“Kamu khan kasih surprise buat




















