A game of chance becomes a shared obsession between friends.
Angkot melaju. Bokep Montok Atau jangan-jangan dia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Wanita setengah baya itu merenggangkan bibirnya, dia terengah-engah, dia menikmati dengan mata terpejam. Ah apa saja. Kembali ruangan sepi. Tangannya halus. Masih terasa tangannya di punggung, dada, perut, selangkangan. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Aku berhasil. Betul-betul keras. Dia malah melengos. Pintu salon kubuka. Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depan berdering. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Aku lupa kelamaan menghitung kancing. ”
Dia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. Ciut. Tidak lama wanita itu mengetuk langit-langit angkot. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Kulihat di bawahku ada kain, ya seperti saputangan.





















