Kasihan melihat gadis yang bernama Tutik itu menjadi siksaan orang tua, maka dari tu Tutuik mudah terjun ke dalam lubang hitam dijadikan langganan para hidung belang, dia tidak bisa kemana mana lagi yang penting dia bisa makan dan tidur, suatu hari Tutik ingin merubah nasibnya dengan pelayanan café, dan dia menuliskan ceritanya disini.Di suatu malam yang sangat dingin, hujan grimis mengguyur tubuh penulis yang saat itu melintas di ruas Jalan Marelan tiba-tiba tidak di sengaja terlihat seorang gadis yang menggunakan gaun tembus pandang. Bokep Asia jahat abang, aku ngga mau lagi cerita ama abang. Tutik memang nakal, mau tahu aja apa isi dalam tas aku. Tapi lain jawaban pelayan “bang minumannya sudah dibayar om tadi”. Roni masih malu-malu untuk menyewa gubuk buat kami berdua yang di luar.




















