Ia terengah-engah, lalu sesaat kemudian terdiam.Matanya terpejam. Bokep Cina Tidak benar-benar maskudku. Pikiranku kacau. Kak Dewi saat ini bekerja disalah satu KanCab bank swasta nasional. Apa kata dunia ?Malam ini. Pandanganya mengarah kepadaku, yang kini juga menatapnya.“Kak Sinta… !”, kataku. Tuh dikomputer hapus-hapusin gambar gambar jelek kayak gitu !”,“Bisa juga sih…, kalau masturbasi bahaya enggak sih kak?”, aku kembali melontarkan pertanyaan yang mengagetkannya.”Apaan sih gituan di tanya-tanyain ?!”, nampak kak Dewi agak gusar menimpali pertanyaanku.“Kalau kata temen tedy sih, mendingan masturbasi daripada main sama cewek nakal, bisa penyakitan !”,Tak terdengar komentar. Aku kemudian duduk disofa, tepat dibelakangnya. Tak beberapa lama, gelombang kenikmatan itu datang. Matanya jernih dan terang, sehingga menonjolkan kecantikan alami yang dimilikinya.Dua bulan pertama aku tinggal dirumah kak Dewi, semuanya berjalan normal. Aku menggigil gemeteran. Kak Dewi hanya berbaring aja. Seringkali aku menggodanya, tapi dengan cerdas ia selalu bisa mengelak. Maksud Tedy… mmm jangan marah yah.










