Menyedot cairan bening nan lengket yang sejak tadi sudah keluar dan menjadi pelumas di sana. Beberapa menit, Rysh kini menutup matanya dengan kain hitam. Bokep Montok Luzia ingat, saat ia sering duduk di balkon memang ada rantai yang menjulur dari langit-langit balkon. Pasungan pada tubuhnya tak mudah dilepas, kunci juga pasti hanya ada di tangan Rysh. Gadis itu menangis, “Rysh, kau kejam!” ujar Luzia di sela tangisnya.Pintu kamar terbuka, seorang pria masuk dengan langkah teratur sambil bersedekap dan menyeringai. Lagi, dia menyapu kewanitaan Luzia dengan lidahnya. Seandainya pria itu sadar betapa menyakitkannya musim tern, mungkin akan mengerti penderitaannya sekarang.“Kau sangat menginginkan tubuhku?” tanya Rysh dengan wajah dingin, ia berdiri dan menghampiri Luzia.










