“Andy, ditanya kok malah bengong”, Bu Melly menyenggol lenganku. Bokep Twitter ada masalah?”, sapaku sembari menuju kursi didepan mejanya. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya. Terbersit dipikiranku, mungkin Bu Melly butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudahan teman tidur.. Pinggulku kuenjot naik turun. Sedikit aku tersadar dan bangga karena wanita ini seorang boss ku, duduk dipangkuanku. Kutepis rasa gugup dan segera membalas ciumannya. Namun dia lebih garang lagi karena pakaianku tanpa bersisa, polos. Kulihat dicermin kupeluk Bu Melly dari belakang dengan kedua tanganku memegang dua bukit kembarnya sementara tangannya merangkul leherku dan yang lebih indah , aku belum mencopot si Mr. Aku semakin tergagap, tidak menyangka akan diajak seperti ini. Bu Melly terhentak. “Iya Bu, sejujurnya aku selama ini memimpikan untuk bisa berdekatan dan berduan dengan Ibu, makanya aku sering nyari alasan masuk keruangan Ibu”, kataku polos.




















