Namun sebelum Aa menyelesaikan tawanya, aku memberi nomor telepon di hotel tempatku menginap. “Lagian kamu kok nggak bisa ngenalin suara Aa sih tadi.. Bokep Indonesia iya benar?” jawabku ragu-ragu. Aa tidak menjawabnya sebagai gantinya Aa malah memberikan ciuman pada bibirku. Mungkin karena aku adalah gadis yang sangat tertutup dan tidak mau membuka diri dalam dunia laki-laki. Aku mengangguk, ya aku menangis.. Kukatakan padanya aku ingin bertemu, Aa hanya menanggapinya dengan sebuah suara tawa yang meledekku. Hembusan angin malam membuatku agak mengigil, namun toh ini semua tidak sedingin hatiku saat ini. “Lagian kamu kok nggak bisa ngenalin suara Aa sih tadi.. “Tapi kok kamu nggak nungguin Aa di loby sih, malah melarikan diri ke sini, takut yah ama Aa.” Aa melingkarkan tangannya ke pinggangku. Ternyata keindahan yang kurasakan tidaklah dapat diukir dengan kata-kata.Setelah kejadian itu, Aku pulang ke kotaku dan pada bulan berikutnya Aa melamarku.




















