Ah kucoba panggil sekali lagi, “Permisi.., Tante Susi?”
“Oh ya.., tungguu”, Ada suara dari dalam. “Mas Roy burungnya masih bangun ya..?”
Aku hanya megangguk saja, terus sangat diluar dugaanku, tiba-tiba tante Susi meraba burungku. Bokeb Semakin lama gerakanku semakin cepat. Janda kembang sebelah rumah yang sangat menggoda. Namun sayang dari semua yang mengejarnya tidak ada yang bisa mendapatkannya.Karena usiaku yang masih muda, aku memanggilnya tante Susi. “Mas Roy.., tolong ambil handuk yang jatuh terus lilitkan dibadan tante” kata tante dengan muka merah padam
Aku jongkok mengambil handuk tante yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, kini didepanku persis ada pemandangan yang sangat indah, CD merah muda, dengan background hitam rambut-rambut halus disekitar memeknya yang tercium harum. Wah jadi deh beli rokok akhirnya
Yang keluar ternyata Tante Susi, hanya menggunakan handuk yang dililitkan didada, jalan tergesa-gesa kewarung sambil mengucek-ngucek rambutnya yang kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.




















