Aku pertegas bahwa aku mengendus kuat-kuat aroma itu. Bokep jepang Ia tidak membalas tapi lebih ramah. Aku tidak dapat lagi memandanginya.Kantorku sudah terlewat. Ia masih dingin tanpa ekspresi. Keberuntungankah? Lho, salon kan tempat umum. Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan. Jangan dimasukkan dulu Sayang, aku belum siap. Juniorku tegang seperti mainan anak-anak yang dituip melembung. Sebantar lagi Mbak Mona yang punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.”Aku langsung beres-beres dan pulang.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Tapi ia dingin sekali. Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. Aku pertegas bahwa aku mengendus kuat-kuat aroma itu. Itu artinya ia tidak mau diganggu. Ayo. Lha wong Mbak Hawin menutupi wajahnya begitu. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Sekali. Sengaja kuperlihatkan agar ia dapat melihatnya.




















