Tak ada lagi rasa nikmat yang aku rasakan saat Mas Hendarto mencumbuku dan mensebadaniku.Hatiku skemudian terbayang wajah Pak Ramzy. Bokeb tinggiku 168cm dengan rambut sebahu. Kedua pembantu itu telah lama ikut dengan orang tua Mas Hendarto. Perasaanku kepada Pak Ramzy serasa ingin terus bersama dengannya.Jika ia pulang sore harinya,aku merasa ada yang hilang dalam hidupku. Dalam mobil sebelum berjalan, Pak Ramzy menoleh kearahku,dan kembali meraih jemariku dan kemudian ia rengkuh badanku kemudian ia kecup bibirku. Kalau pikiranku sehat saat itu, aku berpikir apa istimewanya Pak Ramzy? Beberapa saat kita menikmati suasana yang tak aku hendaki itu terjadi. Bukan apa2, di kampungku orangtuaku juga punya mobil seperti itu. Tapi aku lebih suka jika ia datang dan jemput pake sepeda motor saja. Kalau dilihat, gubuknya seperti rumah dukun dan didindingnya ada semacam tulang2 dan bau menyan.




















