Aku hanya menatap kosong ke wajah Tante Ani, yang aku tahu tangannya tidak berhenti mengelus-elus penisku. Ada kamar nganggur yang habis dipakai tamu kantor tante. Bokep China Janji?”“He-em,” aku menganggukkan kepala.“Ingat, kalau kamu tepat janji, tante juga tepat janji. Aku diam saja. Kusap pipinya dari airmata yang masih mengalir. Aku langsung berdiri, kupeluk dan kudorong ke arah dinding, sampai kepala Tante Ani membentur dinding, meski tidak begitu keras.“Ah, pelan-pelan doonnng,” kata Tante Ani manja diiringi desahannya desahannya.Aku semakin liar saja. Ya, saya nggak berani tante. Setelah masuk taksi, Tante Ani memberi isyarat padaku yang terbengong-bengong supaya diam, kemudian dia menyandarkan kepalanya pada jok taksi dan memejamkan matanya, entah kecapaian atau apa.




















