Aku jadi merasa sedikit bersalah padanya. “I love you Anti…”, kubisikkan rayuan ku ke telinganya.Anti yang masih awam dengan percintaan seperti ini nampak kaku. Bokep jepang Rayuan gombalku berhasil, pelan-pelan kulepaskan kancing baju ranti, ia tidak melaean, sambil berciuman bibir aku melepaskan pakaiannya. “Kalau yang biasa cuma dua puluh lima ribu, yang bagus tiga puluh lima ribu…”, jawabku. Waktu tak terasa cepat berlalu, banyaknya langganan yang datang membuat aku tak sadar jam sudah menunjukkan pukul 22:45 di mana biasanya kami sudah tutup kios. Ia berjalan di sampingku mengikuti hingga ke kios kecil kami. “Hahaha, KTP tembak cuma lima ribu bisa dapat Din… Ini kan KTP kabupaten, gampang dapatnya…”, aku kemudian ditakuti Syamsul hingga aku segera mencari no hp-nya. Aku pun pasrah menunggu balasan sms-nya yang kian tak kunjung tiba.




















