“Tadi pingin sih, tapi bukan pingin pipis rasanya. Windy berjalan cepat ke arah ujung ruangan yang luas ini. Bokep Windy berjalan ke arahku, memutari meja sekarang. Windy duduk di bawah pusarku sambil menggesekan pangkal pahanya maju mundur, memenuhi lubangnya dengan pusakaku. Sesekali kuusap juga telinganya. Fenomena pagi kaum laki-laki inilah yang ternyata ditunggu Windy.Pusakaku memang sedang tegang dan kencang sekali saat bangun pagi ini. Berputar-putar, naik turun, kiri kanan. Kemudian diam tak bergerak, kecuali nafasnya naik turun seperti berlari kecil.Tanganku sudah diam sekarang. Ia terlihat ingin juga menikmati puncak permainannya. haah!! Windy berjalan ke arahku, memutari meja sekarang. “Hari Sabtu begini, kantor ini biasanya sepi mas. Ratih diam, menatapku. “Lah, kan mas sendiri yang ingin dengar ceritanya.”
“Iya, tapi aku sekarang kan bingung mau ke mana. Setelah semuanya rapi, kuambil kaos longgar dan celana pendek, handuk serta perlengkapan mandiku.




















