Tuti dan Santi pun agak malu melihat cerita-cerita itu.Tapi yang membuat aku tidak tahan adalah mereka tidak memperbolehkan aku menutup program itu dan mereka tetap membaca cerita itu sampai habis. Sex Bokep Santi pun mulai menggosokkan telapak tangannya ke paha kiriku.Sambil mereka melihat cerita yang lain, aku merasakan sakit di dalam celanaku. yahh..” aku mulai menikmati jilatan Santi pada kepala penisku. ahh..” Tuti mendesah. Setelah selesai aku menyisakan satu pintu kecil agar kalau hujan reda aku bisa lihat.“Ditutup saja Dik, dingin di sini..” kata Riyas, dan aku menutup pintu itu. Sedangkan aku masih sibuk dengan urusan kerja dan tidak pernah ke warnet itu lagi karena sudah ada sambungan internet di rumahku.Terima kasih anda telah membaca cerita ini tapi cerita ini masih banyak kekurangannya.




















