Dia tidak melanjutkan kalimatnya. Kaki disandarkan di dinding. Film Porno ”
Dia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. Kami seperti tidak ingin membuang waktu, melepas pakaian masing-masing lalu memulai pergumulan. Dia terus mengelap selangkanganku. Ini kesempatan kedua. “ Ngapadian sih di situ..? Aku memandang ke arah lain mengindari adu tatap. Aku tertipu. “ Tunggu ya..! Bergantdian Fera kini telentang.“ Pijit saya Mas..! Aku memegang teteknya. Tapi belum tersentuh kepala kejantanankuku. Aku menggelepar. ”
Yes..! Pletak, pletok, sepatunya berbunyi memecah sunyi. Keras sekali. Aku tersenyum. Fera datang. Satu dua, satu dua. “ Aku sudah tak tahan, ayo dong..! ” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika dia menerima kedatanganku.




















