Asyiknya aku gampang sekali jatuh cinta (hahaha…).“Ayo… teman-teman, ikut aing… aing udah booking kamar yg cukup untuk 20 orang,” seru si Peter.Terpaksa deh aku mengalihkan perhatian aku dari belasan wanita di cafetaria tersebut. Akhirnya Jeby memilih si Diah. Bokep SMA Malu dong… Masa dilihat teman-teman aku? Dlm sekejap lepaslah kaos Diah dan terpampanglah tubuh mulus dia yg tak bercacat sedikitpun. Jeby berdiri di samping, terlihat ragu-ragu untuk berbuat sesuatu. Akhirnya kelima teman aku telah mendapatkan pasangan mereka, tinggal si Boy dan Jeby yg masih terlihat ragu-ragu. Aku mengarahkan ciuman aku ke pipinya, lagi-lagi dia cuma diam. Terlihat keempat teman aku yg lainnya telah menunggu. Mereka masuk dan berkenalan dengan kami.Aku sih tak memperhatikan nama mereka, yg penting saat itu adalah rok pendek tanpa stocking (hihi…). Diah tetap berbaring di kasur dan Peter membukakan pintu.




















