Aku
cuma senyum. Vidio Porno Udah gitu ruang
resepsionis masih gelap.Tau-tau Rini berbalik, dia menarik tanganku untuk duduk di kursi sofa. Padahal tadi dia kan barusan naik. Langsung deh tanpa tedeng aling-aling
si Joni ambil sikap sempurna. Rini mulai mengerang
pelan, takut ketahuan. lagian kenapa mesti spesial banget begini? Nggak tau kenapa tiba-tiba khayalanku
tentang Rini melambung tinggi. Kita bisa lebih bebas nanti.” aku mengangguk, mengancingkan behanya,
dan kami sempat berciuman sebentar sebelum ia melangkah keatas keruang
siaran, dan aku pulang. kerumahnya? Ia tersenyum manis dan menatapku lamaaa banget. Wah pokoknya asyik. Sini deh.” wah, ada apa ini, batinku. Pinggulnya lumayan besar dan ukuran dadanya
juga cukup bikin sesak nafas. Eh dia malah senyum
lagi dan malah balik nanya,”Kamu nggak ngasih selamat sama aku?”“Oiya ya,” langsung aja kuulurkan tangan dan kujabat tangan halusnya itu,”Met ulangtahun ya?




















