Beruntung tidak mengenai kami berdua.“Mas?!! Bokep Thailand Jangan macam-macam!!” Katanya berteriak yang membuat aku kaget. Haaarrghh enak banget memekmu!!” BalaskuLama kami beradegan seperti ini hingga 20 menit kemudian endah tiba-tiba menjerit. Aku tak peduli apa nanti bentuk anaknya dan bagaimana status sosialnya. Tidak lupa aku juga menjilat lubang anus yang tersaji di depan hidungku. Aku berpikir, mungkin kesibukan ini yang membuat adik perempuanku belum mendapat momongan. Aku melihat endah dengan sudut pandang lain. Endah tidak memperdulikan keberadaanku di belakangnya yang sudah sangat dilanda birahi.“Aku juga masih pengen punya anak lagi” kataku serius“Memang tiga masih kurang?” Tanyanya sambil tersenyum geli.“Kurang, makanya ayo kita buatnya sama-sama, ndah”Belum sempat endah berpikir apa maksud kalimatku. Tapi jauh di lubuk hatiku, aku puas.




















