Akhirnya gelengannya melemah Khira malah memaju mundurkan kepalanya terhadap barangku. Kupanggil Eve ke sampingku dan kubuka dengan tergesa-gesa kaos dan BH-nya. Bokep Asia Si Emily menghampiri kami berada, karena si Eve dan Khira tertawa terbahak-bahak melihat gambar itu. Kakiku gemetar, gemetar sekali. Kemudian kubuka pintu dan bertanya (maaf langsung aku terjemahkan saja ke bahasa Indonesia semua percakapan kami),
“Bisa saya bantu?” kataku kepada mereka. Aku tertegun sejenak, karena bersamaan dengan aku meletakkan minuman di atas meja, Emily sudah melepaskan kancing terakhirnya. Tiba-tiba Emily, hentikan kegiatannya dan bertanya padaku, “Kamu punya film biru Jack?” Sambil terbata-bata kusuruh Eve untuk membuka laci di bawah TV-ku dan minta Eve lagi untuk masukan saja langsung ke video.Waktu mulai diputar gambarnya bukan lagi dari awal, tapi sudah di pertengahan. “Please Jacky!” sambungnya. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara si Eve,
“Jacky, boleh kami main internetnya?”
“Silakan,” jawabku. Kontan saja si Eve menghisap jarinya yang tadinya dipakai untuk










