Akhirnya aku menyerah karena kegelian.Jarum jam sudah menunjukkan 15:15, masih ada waktu beberapa jam sebelum istriku Nana sampai di rumah. Usianya hanya satu tahun lebih tua dari usiaku yang 27 tahun. Bokep Indo Kakinya mengimbangi gerakanku dengan dinaikkannya ke pinggulku, lalu terus naik ke pundakku. Hari Sabtu itu di rumahku suasananya sepi, Nana masuk kerja karena tutup buku di kantornya, sedangkan aku sendirian di rumah nonton TV, di luar hujan turun dengan derasnya disertai petir yang menggelegar.“Ding dong.., Ding dong..” bel rumahku berbunyi.“Ah, siapa sih hujan-hujan begini ngganggu orang saja..!” pikirku sambil malas mendekati pintu depan.Ternyata Mbak In di luar pagar kehujanan dengan blazer-nya yang basah kuyup, segera kubuka pintu pagar dan mempersilakan dia segera masuk.“Sorry Hend, aku mampir kesini, abis Mas Roes (suaminya) belum pulang dari menjemput si Puput (anaknya).” katanya sambil menggigil kedinginan.Tanpa menunggu jawabanku, Mbak In langsung masuk dan melepas jas luarnya yang basah, sehingga




















