Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Vidio Sex Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Dia punya usaha untuk hidup. Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga terciprat dan sesekali mengenai pakaian mereka, lalu tiba-tiba ada suara tawa di bawah payung-payung itu. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Polos sekali.




















