Siksaan Ekstrem Negeri Tirai Bambu

Begitu lama hingga terasa k0ntolku kembali normal.Laras sepertinya kecapean. Sex Bokep Suatu ketika Laras mengejang denga manata terpejam. Sekitar jam 11.00 aq buru-buru chek-out dan pulang ke kota xxx. Kami berciuman. ohh.. Begitu halus dan lembut tubuhnya. Desahan Laras semakin menjadi-jadi, sambil rambutku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menahan kenikmatan.“Enak nggak sayang?” tanyaku lembut dengan nada menggoda.Laras tak menjawabnya, dia hanya melihatku sambil menarik napas panjang. Mulanya, dia kaget dan mengaku tak pernah mencari teman pria kencan lewat sms. Nafsukupun semakin menjadi-jadi. Sangat hati-hati. Kami berdua memang sudah sangat bernafsu dan terangsang.“Mau dilanjutkan…?” tanyaku kemudian.Laras membuka matanya. Dahi kami penuh dengan peluh. Tubuhnya terlalu tinggi bagiku, sekitar 170cm, sedangkan aq hanya 165cm. Kulihat kakinya sudah mengejang, Sedikti demi sedikit terus kutarik selimutnya ke bawah. 3-4 kali kutusk seperti itu. Bibirnya meringis seperti orang sedang menggigit tulang. Lalu kujulurkan lidahku ke bibir memeknya sambil mengelus-elus itilnya.

Siksaan Ekstrem Negeri Tirai Bambu