Di sana aku hidup sebagai anak kost. Bokep Asia Uffftgh..aman..pikirku licik.Waktu sudah menunjukkan puluk 9 malam.Kami semua berkumpul di ruang karaoke. Setelah keringat kami mengering, Evi pun menggandeng tanganku menuju Kamar mandi. Hampir setiap hari Tia datang ke kost ku, mulai dari hanya sekedar ngobrol di kamar, jalan-jalan ke mall atau bahkan nongkrong di kafe. Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Aku dan Tia berpasangan berdansa sambil mengikuti alunan lagu dari tape recorder. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain. Hhmmm nikmat banget baunya. Hampir setiap hari Tia datang ke kost ku, mulai dari hanya sekedar ngobrol di kamar, jalan-jalan ke mall atau bahkan nongkrong di kafe. Evi? “Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan.




















