Striptease di Fort-street selandia sana masih kalah jauh dengan yang satu ini. Bokep Crot “suamimu?”, tanyaku. “suamimu?”, tanyaku. “Ya udah, istirahat aja dulu, besok baru kita jalan-jalan cari ma’em di luar?”
“Mas gak pa-pa?”
“Udah santai aja kalo ama ogut, aku gak sama koq ama co-pil laen yang harus makan barenglah, inilah.., itulah.., capek !”
“Iya deh Mas makasih ya..”
“Yup!”Kututup telepon.., eeehh bunyi lagi.. “Crottt.., crooott.., crott”. “Kamar 201 Mas”, katanya sambil menyorongkan kunci kamar. Kupandangi…, sengaja tak kucium, aku tahu Ana menunggunya. Dasar memang kisah nyata ini harus terjadi. “Ana.., kalo Mas?”
“Nanti di telepon aja, dinding-dinding sini bertelinga”, kataku sok gentle.Kuterima kunci kamar yang ia sorongkan, tak luput aku pegang tanganya yang menjulurkan kunci. Namun karena informasi yang dijejalkan oleh para senior mereka sangat padat, akhirnya banyak juga yang bertumbangan karena tergoda ingin mencoba lebih “menyelami” pekerjaan mereka sebagai pramugari.




















