Ataukah aku bakal di usir dari rumah ini?Atau juga pasti aku disuruh untuk menggugurkan kandungan ini?” Ah.. Pernah suatu malam sekitar pukul 20.00, Mas Iky hendak membikin mie instan di dapur, aku bergegas mengambil alih dengan alasan bahwa yang dilakukannya pada dasarnya adalah tugas dan kewajibanku untuk bisa melayani majikanku. Bokep Colmek Hingga kembali Mas Iky menegurku.“Sienny, kenapa belum masuk ke kamarmu. Meski aku tetap bertanya dalam sesalku, “Mungkinkah Mas Iky akan sanggup menikahiku yang hanya seorang pembantu rumah tangga?”Sekitar pukul 19.30 malam, barulah rumah ini tak berbeda dengan waktu-waktu kemarin. Sudahlah, aku bisa masak sendiri kalau hanya sekedar bikin mie seperti ini.”Belum juga habis ingatanku saat kami berdua sedang nonton televisi di ruang tengah, sedangkan Bapak dan Ibu Sandi sedang tidak berada di rumah. Beliau tak tega melihatku luntang-lantung di kota besar ini. Aku bergegas menghampirinya dengan membawa handuk untuk menyeka tubuhnya.“Bapak belum pulang?” tanyanya padaku.“Belum, Mas.”“Ibu..




















