Setelah beberapa saat kemudian Dahlia membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan tubuhku.“Joko, ternyata Yanti benar, kamu jago banget dalam urusan sex. Bokep jepang “Oke, sampai nanti joko… Aku tunggu kamu jam 18.30,” sambil berkata demikian, aku pun langsung menutup teleponku.Aku segera meluncur ke kantin untuk makan siang yang sempat tertunda itu. Bau parfum yang mengundang syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika berjalan dibelakangnya.Dan ketika aku hendak masuk ternyata ada dua orang wanita yang sedang asyik ngegosip dan mereka pun tersenyum setelah aku masuk kekamarnya. “Oya, aku temannya Yanti dan dari dia aku dapat nomor kamu,” jelasnya. Akupun segera mencabut penisku yang masih tegang itu. “Apakah punya teman yang bisa menemaniku selama aku di Jakarta,” katanya. “Masa sih… Aku jadi GR deh” dengan nada yang sangat menggoda. Sambil membayangkan kembali gimana wajah wanita yang barusan saja menelpon aku.




















